Cara Membuat Tranformer (TRAFO)

10 November 2011 § Tinggalkan komentar

Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.

Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu:

Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np).
Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).

Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah:
1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,

Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:
Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder

Melilit atau membuat trafo memang gampang gampang susah tetapi bila kita mengetahui syaratnya kayaknya ga sesulit yang kita bayangkan sebelumnya ikuti langkah-langkah berikut untuk membuatnya

  1. Tentukan VA trafo :
    contoh : Kita akan membuat trafo dengan tegangan 2 x 32 volt, 5 Ampere.
    Daya sekunder : 2 x 32 x 5 = 320 VA.
    Daya primer : 1,25 x 320VA = 400VA.
  2. Menghitung berat kern : Berat kern ( gram ) = 1,5 x daya primer x 7,8 = 1,5 x 400 x 7,8 = 4680gr=4,68kg.
  3. Menghitung inti besi. b = akar 3 dari (( 1,5 x daya primer)dibagi 9,9) = 3,92cm ( 4cm dibulatkan ). h = b/0,6561 = 6cm. Luas penampang ( A ) = b x h = 4 x 6 = 24 Cm2.
  4. Menentukan Jumlah lilitan per Volt. N1/A (luas penampang)=50/24=2,08=2 lilit/volt.
  5. Menentukan Diameter kawat Tembaga. Diameter tembaga=0,7 x akar 2 dari arus. Sekunder=0,7 x akar 2 dari 5 =1,56 mm. Primer=0,7 x akar 2 dari 1,82=0,94 mm. 1,82ยป400va/220volt (tegangan jala-jala).

Setelah selesai membuat trafo jangan lupa mencelupnya ke cairan serlak, atau bisa pakai melamin yang ada pengerasnya, ini dimaksudkan untuk menghindari dengung yang ditimbulkan trafo saat bekerja.

Selamat mencoba semoga sukses. :)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Cara Membuat Tranformer (TRAFO) at Do & Done.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: